Kurangnya Minat dalam Berorganisasi
Saat ini ilmu organisasi itu sangatlah penting karena
disinilah kita bisa langsung terjun ke tengah Masyarakat. Tetapi, begitu
mirisnya terhadap Siswa dan Mahasiswa kita zaman sekarang yang sudah kurang
minatnya untuk mengikuti kegiatan organisasi baik itu di luar maupun di dalam,yang
memang menjadi wadah pengembangan potensi dan kreativitas siswa maupun
mahasiswa.
Untuk
mengikuti suatu organisasi tidak mesti memiliki kemampuan yang ‘lebih’, tetapi
bagaimana kita membuat diri kita ‘lebih’ dari organisasi. Kita harus merubah
paradigma selama ini bahwa organisasi menggangu aktivitas akademik dan
prestasi, sehingga tidak jarang siswa maupun mahasiswa yang memilih hanya melaksanakan hal-hal yang
bersifat pokok. Sebaliknya jika kita hanya sekolah
ataupun kuliah pulang saja kita tidak akan pernah mendapatkan apa-apa, kita
hanya mendapatkan teori akademik berupa hardskill saja, sementara softskilltidak pernah kita dapatkan dan itu rasanya akan sangat
merugikan bagi diri kita sendiri.
Sangat
banyak fakta yang membuktikan siswa maupun mahasiswa yang tidak berorganisasi
di sekolah ataupun kampus saat ia melepaskan identitasnya sebagai siswa ,mahasiswa
dan kembali ke masyarakat , mereka merasa kurang percaya diri, pasif, atau paling
tidak dalam bersosialisasi mengalami proses pembelajaran yang sulit.
Justru
hal lain terjadi pada siswa dan mahasiswa yang berorganisasi ‘dengan
benar’,membuat mereka pandai
bersosialisasi dan bukan hal yang aneh lagi jika harus berhadapan dengan orang-orang
atas , sebab ada nilai plus bagi siswa dan mahasiswa yang berorganisasi, antaralain : melatih
kepemimpinan, tatakrama, kerjasama, kedisiplinan, penguasaan administrasi,
menambah wawasan, mengembangkan kreativitas, ide, dan pembentukkan karakter,
serta sekian banyak kelebihan lainnya.
Mengapa
kata (dengan benar) di atas menggunakan huruf tebal, hal ini menunjukkan
pentingnya berorganisasi dengan cara yang tepat. Banyak para aktivis organisasi
yang berguguran ketika prestasinya menurun, atau kerugian lainnya yang ia
anggap disebabkan oleh organisasi. Organisasikah penyebabnya atau aktivis
organisasi itu sendiri yang tidak berorganisasi dengan cara yang tepat???
Untuk
itu ada beberapa tips berorganisasi yang tepat sehingga yel-yel yang
dikumandangkan harus bergeser menjadi ORGANISASI yes… PRESTASI the best…
Antaralain :
- Timbulkan rasa butuh dan cinta terhadap organisasi, ini adalah hal mendasar agar menghasilkan keikhlasan dalam melakukan tindakan.
- Organisasi Jalan, hal yang wajib pun harus
tetap dilaksanakan. Sebagai contoh aktivitas Suplemen Perut (read :
makan), hal ini sangat sering diabaikan atau menjadi prioritas kesekian
dari sederet daftar kesibukan organisasi. Juga Suplemen Hati (read :
Shalat), seolah tak diperdulikan, yang sebenarnya sebagai pengendali
secara menyeluruh.
- Manajemen waktu, jangan jadikan alasan
berorganisasi sebagai dalih untuk mengesampingkan belajar, keluarga, dan
agama.
- Siasati kesibukan dengan cara yang tepat,
dalam sebuah organisasi terdapat berpuluh-puluh anggota, oleh karenanya
duplikasi atau transfer apa yang kita bisa dengan rekan anggota yang lain
agar saat kita Ulangan harian atau kegiatan belajar yang tidak mungkin
ditinggalkan banyak anggota lain yang meng-handle tugas kita,
selain hal ini juga dapat menjadikan setiap anggota mendapat kesempatan
pengalaman yang sama.
- Jangan jadi SUPERMAN yang mengerjakan semua
hal sendiri, tapi jadilah SUPERTEAM yang mengutamakan prinsip kerjasama
dan gotong-royong.
- Biasakan Berprasangka yang baik
Berprasangka
yang baik itu pentingnya agar kita tidak cepat mengambil kesimpulan, salah
beropini, serta salah Berfikir, atau hal buruk lainnya.
- Pisahkan antara urusan pribadi dan urusan
organisasi, inilah profesionalisme dalam berorganisasi.
- Terakhir, seimbangkan organisasi yang
merupakan pengembangan dan wawasan tentang sarana hidup (read :
kedisiplinan, kepemimpinan, dsb) dengan organisasi yang memberikan
pengembangan dan wawasan mengenai Pedoman Hidup (read : Hati, hubungan
Vertikal dan Horizontal, dsb).
Hal
ini sangat penting agar terjadi keseimbangan antara Intelektual dan
Spiritualitas, sehingga tercipta generasi-generasi penerus yang Cerdas dan
berakhlakul karimah. Tidak-kah kita melihat begitu banyak orang cerdas di
Nusantara ini tetapi tidak mencerminkan tingkah yang baik, korupsi dimana-mana,
para wakil rakyat bergelut sesamanya, serta contoh-contoh
lainnya. Secara sadar ataupun tidak regenerasi akan terus berlanjut, inilah
hukum alam, oleh sebab itulah sebagai generasi yang akan mengemban
amanah-amanah selanjutnya seyogyanya kita mulai mempersiapkan diri lebih awal
agar pada gilirannya nanti kita sudah sangat siap dengan segala potensi yang
ada ditambah pola fikir dan akhlak yang baik.
Sumber:
http://wawasanproklamator.com/artikel/158/kurangnya-minat-mahasiswa-terhadap-organisasi.html
https://ldkazzam.wordpress.com/2011/03/28/minimnya-minat-berorganisasi/

Terima kasih atas Infonya
BalasHapusSama sama
HapusTerima kasih infonya...
BalasHapusSama sama
HapusMakasih infonya
BalasHapussama sama
HapusInfonya sangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusSama sama
HapusBermanfaat banget terutama bagi orang yang masih raguu untuk memgikuti berorganisasi :)
BalasHapusSama sama
BalasHapus